Minggu, 05 Oktober 2014

Karakteristik Pekerja Penanganan Material secara Manual di Dunia Industri



Pekerjaan penanganan material secara manual ini (Manual Material Handling) dapat juga dikatakan sebagai pekerja kasar di dalam suatu industri yang dimana pekerjaanya  yang terdiri dari mengangkat, menurunkan, mendorong, menarik dan membawa suatu barang/alat, yang juga merupakan sumber utama komplain karyawan di industri .Aktivitas manual material handling (MMH) yang tidak tepat dapat menimbulkan kerugian bahkan kecelakaan pada karyawan. Akibat yang ditimbulkan dari aktivitas MMH yang tidak benar salah satunya adalah keluhan muskoloskeletal. Keluhan muskoloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai sangat sakit. Apabila otot menerima beban statis secara berulang dalam jangka waktu yang lama akan dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon.


Tingginya tingkat cidera atau kecelakaan kerja selain merugikan secara langsung yaitu sakit yang diderita oleh pekerja, kecelakaan tersebut juga akan berdampak buruk terhadap kinerja waktu perusahaan yaitu berupa penurunan produktivitas perusahaan, baik melalui beban biaya pengobatan yang cukup tinggi dan juga ketidakhadiran pekerja serta penurunan dalam kualitas kerja yang dapat membuat suatu kemunduran kinerja industri yang di gelutinya.

Pekerja penanganan material secara manual ini juga termasuk dalam ilmu biomekanika dan ergonomi dan k3, dan ergonomi merupakan bagian dari teknik industri. Jadi jelas bahwa biomekanika termasuk banyak dipelajari di teknik industri. Namun ternyata ada satu hal lagi yang membuat biomekanika sangat dipahami di teknik industri yakni adanya jenis mata kuliah mekanika teknik (engineering mechanics) di teknik industri yang menjadi dasar ilmu dari biomekanika. 

Memang ada bidang teknik lain yang mendapat mekanika teknik seperti teknik mesin dan arsitektur atau sejenisnya, namun mereka tidak paham ergonomi & K3. Sedangkan ergonomi dan K3 juga ada di bidang lain seperti kesehatan masyarakat dan sejenisnya, namun mereka tidak paham mekanika teknik. Jadi di teknik industri lah bidang biomekanika ini sebenarnya dapat sangat berkembang dan dipahami.

sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar