Minggu, 16 November 2014

Kesehatan dan keselamatan kerja (k3)



Kesehatan dan keselamatan kerja (k3)
Abstrak
Masalah keselamatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu komponen yang wajib diperhatikan dalam sebuah perusahaan/industri. Tanpa memperhatikan masalah tersebut, maka sebuah proses kerja dalam sebuah perusahaan industri akan memiliki resiko yang cukup tinggi, terutama pada kecelakaan kerja.

Kerjasama antara pihak perusahaan dan pekerja, menjadi dasar terciptanya proses keselamatan kerja. Pihak pekerja pun memiliki kewajiban dalam hal memenuhi semua aturan keselamatan kerja, sementara pihak perusahaan memiliki peran dan tanggung jawab sebagai penjamin kesehatan dan keselamatan kerja
Kata kunci : kesehatan,keselamatan,kecelakaan,resiko
Pendahuluan
Di era globalisasi menuntuta  pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (k3) di setiap tempat kerja terlebih pada sektor industri. Untuk itu kita perlu mengembangkan dan meningkatkan k3 di sektor industri untuk menekan serendah mungkin resiko yang timbul pada kesehatan dan keselamatan kerja yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi
Isi
Ada prinsip prinsip dasar dalam upaya mewujudkan sebuah sistem sistem kerja yang memperhatikan tiga prinsip dasar dan ketiga prinsip itu haruslah dilaksanakan. Termasuk ketika selama proses kerja berlangsung, antara lain:
1.       Penataan dan pengaturan
Segala aktivitas yang ada di dalam sebuah perusahaan, harus didasarkan pada tatanan serta aturan yang ada. Sebab, setiap aktivitas yang dilakukan pasti akan memiliki keterkaitan dengan aktivitas yang ada di divisi lainnya.
2.       Pemeriksaan dan pemeliharaan
Pemeriksaan dan pemeliharan semua komponen yang mendukung terciptanya kesehatan dan keselamatan kerja, harus selalu diperiksa dan dipelihara. Dengan demikian sewaktu-waktu dibutuhkan semua komponen tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
3.       Operasi standar
Sebuah keadaan yang harus disadari oleh semua pihak manakala tejadi  hal-hal yang terkait dengan masalah kesehatan dan keslamatan kerja. Mereka harus bekerja sesuai dengan prosedur agar bisa tetap terhindar dari masalah, misalnya: wajib mengenakan helm ketika berada di lingkungan pabrik atau proyek

Operasi standar juga memabahas langkah yang harus dilakukan ketika terjadi hal hal yang tidak diinginkan misalnya, ketika terjadi kebakaran, kita harus mengetahui langkah apa saja yang harus dllakukan dan bagaimana untuk mencegah dampak yang lebih besar.
Dalam melaksanakan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja pun, sangat dapat ditentukan oleh lima faktor, kelima faktor ini akan menentukan,  apakah sistem yang dibentuk tersebut mampu berjalan secara efektif untuk menciptakan kesehatan dan keselamatan kerja dilingkungan industri.


Kelima faktor pendukung tersebut antara lain :
1.       Komitmen dan kebijakan
Mencakup ketersediaan anggaran serta tenaga kerja yang memiliki kualitas disertai dengan adanya sarana yang memadai.

2.       Perencanaan
Perencanaan diperlukan sebagai bahan pertimbangan pada saat merumuskan rencana pemenuhan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja.

3.       Penerapan
Merupakan sebuah kondisi dimana semua tahapan yang sudah ditentukan dalam proses perencanaan. Setiap komponen sudah dibentuk, dalam tahapan penerapan ini harus mulai bertindak sesuai dengan fungsinya secara terintegrasi.

4.       Pengukuran serta evaluasi
Diperlukan sebagai cara untuk mengetahui apakah sistem berjalan dengan sesuai target atau belum. Dengan parameter yang terukur, akan diketahui seberapa efektif sistem dapat bekerja.

Sedangkan evaluasi adalah proses untuk pengkajian tentang apakah sistem sudah berjalan atau belum.

5.       Tinjauan ulang
Diperlukan untuk menentukan apakah sistem yang ada sudah sesuai dengan yang diharapkan atau masih dibutuhkan peningkatan. Dengan demikian, di masa yang akan datang sistem yang akan  dibentuk tersebut akan bisa berjalan dengan lebih baik dan mampu meningkatkan keamanan serta keselamatan kerja.

Dalam mewujudkan kondisi ini, semua pihak dalam perusahaan harus saling bekerja sama. Dengan demikian, kecelakaan kerja yang mungki terjadi di perusahaan/industri dapat diminimalisir. Baik kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor manusia maupun oleh faktor teknis.

Kesimpulan
Maka dapat diambil kesimpulan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu usaha dan upaya untuk menciptakan perlindungan dan keamanan dari resiko kecelakaan dan bahaya baik fisik, mental maupun emosional terhadap pekerja, perusahaan, masyarakat dan lingkungan. Jadi kesehatan dan keselamatan kerja tidak melulu berkaitan dengan masalah fisik pekerja, tetapi juga mental, psikologis dan emosional Oleh karena itu, perlu ditingkatkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja yang dalam hal ini tentu melibatkan peran bagi semua pihak. Tidak hanya bagi para pekerja, tetapi juga pengusaha itu sendiri, masyarakat dan lingkungan sehingga dapat tercapai peningkatan mutu kehidupan dan produktivitas 

Daftar pustaka
Suma’mur P. K. (1981). Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan.Jakarta: Gunung Agung
Tjandra Yoga Aditama, Tri Hastuti (2002). Kesehatan dan Keselamatan Kerja.Jakarta: Universitas Indonesia
Marihot Tua Efendi Hariandja  (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta: Grasindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar